Monday, 10 August 2015
Mengenal Fosil Kayu
Batu Akik Saya Leo Gemstone - Fosil kayu adalah semua bahan organik kayu yang telah digantikan oleh mineral (biasanya sejenis silikat, seperti quartz), dengan struktur kayu tetap terjaga. Proses fosil terjadi di bawah tanah, ketika kayu terkubur di bawah lapisan sedimen. Air yang banyak mengandung mineral masuk ke dalam sel-sel tanaman dan sementara lignin dan selulosa membusuk, mereka digantikan oleh batu (wikipedia). Hal ini bisa terjadi setelah bertahun-tahun terpendam bahkan setelah diteliti, terpendam selama Jutaan tahun. Artinya kayu tersebut telah ada sebelum manusia hadir di bumi ini, dan mungkin juga dengan jaman yang di sebut PRA SEJARAH.
Tak banyak kalangan yang paham dengan Fosil Kayu terkait dengan ”nilai”nya. Bila ditelisik lebih jauh, selain sebagai komoditas, sebenarnya Fosil Kayu memiliki nilai sejarah yang tak ternilai. Bagaimana bisa kita membayangkan sebuah tanaman yang sudah hidup jutaan tahun yang lalu. Karena Fosil kayu adalah sisa pohon dari zaman purba yang masih bisa dijumpai pada masa kini dalam bentuk kayu yang membatu.
Karakteristik unik dari batu fosil kayu dapat dilihat dan dibuktikan dengan tingkat kekerasan, dingin, bercahaya, serat, warna-warni. Umur fosil kayu sangat memengaruhi warna karena adanya proses tekanan dan pergesekan dengan kulit bumi selama bertahun-tahun. Menurut informasi yang didapat, yang berwarna alam seperti cokelat, hitam, atau putih telah berumur sedikitnya 25 juta tahun.
Panjang fosil kayu ada yang mencapai 6 meter dengan diameter berlebar 1 meter. Untuk panjang 5 meter dan diameter setengah meter, beratnya bisa mencapai 5 ton. Hal ini disebabkan struktur mineral yang sudah total menggantikan struktur organik kayu tersebut.
Batu ini banyak dijumpai di daerah perbukitan, pegunungan dan pesisir pantai, di dunia ini, terdapat 2 tempat penghasil fosil kayu terbesar dan terkenal, yakni Hutan Lesvos yang berada di kepulauan Lesvos Yunani, dan yang kedua adalah "Petrified Forest National Park" atau Taman Nasional Hutan Fosil Kayu di Arizona.
Di Indonesia sendiri banyak juga batu fosil kayu sebagai harta terpendam yang belum maksimal digali. surga fosil kayu sementara ini masih di Jawa Barat bagian selatan, Banten Selatan, Jambi dan Kalimantan Timur. Daerah lain mungkin saja ada, namun belum terinventarisasi.
Berdasarkan informasi yang ada, Fosil kayu di Indonesia berasal dari masa Miosen sampai Pliocene, yakni sekitar 25 juta sampai 2 juta tahun SM. Setiap periode punya ciri-cirinya tersendiri.
Para kolektor banyak yang memburu batu fosil kayu ini lantaran keunikan dan nilai estetika yang sangat kentara sehingga dapat dijadikan kerajinan berupa ukiran serta perhiasan seperti batu akik dan liontin.
Untuk di Indonesia, penggemar yang secara khusus mengoleksi fosil kayu belumlah banyak. Dan banyak mitos untuk mengambil fosil batu di Indonesia tidaklah mudah karena harus berperang dengan “penunggu” fosil kayu tersebut, yang dipercaya sebagai makhluk halus.
Di luar negeri, mereka mempunyai komunitas sendiri untuk saling bertukar informasi atau menjadikannya sebagai ladang bisnis tersendiri. Sebab, benda ini berharga sekali apalagi jika memiliki karakter khas yang langka.
Kapan kegemaran ini mulai dikenal di Indonesia tak ada yang bisa memastikan. Mungkin karena bentuknya yang mirip gelondongan kayu, orang jadi acuh tak acuh. Maklumlah, kepulauan khatulistiwa ini kan gudang kayu gelondongan.
Sumber: berbagai sumber
Tak banyak kalangan yang paham dengan Fosil Kayu terkait dengan ”nilai”nya. Bila ditelisik lebih jauh, selain sebagai komoditas, sebenarnya Fosil Kayu memiliki nilai sejarah yang tak ternilai. Bagaimana bisa kita membayangkan sebuah tanaman yang sudah hidup jutaan tahun yang lalu. Karena Fosil kayu adalah sisa pohon dari zaman purba yang masih bisa dijumpai pada masa kini dalam bentuk kayu yang membatu.
Karakteristik unik dari batu fosil kayu dapat dilihat dan dibuktikan dengan tingkat kekerasan, dingin, bercahaya, serat, warna-warni. Umur fosil kayu sangat memengaruhi warna karena adanya proses tekanan dan pergesekan dengan kulit bumi selama bertahun-tahun. Menurut informasi yang didapat, yang berwarna alam seperti cokelat, hitam, atau putih telah berumur sedikitnya 25 juta tahun.
Panjang fosil kayu ada yang mencapai 6 meter dengan diameter berlebar 1 meter. Untuk panjang 5 meter dan diameter setengah meter, beratnya bisa mencapai 5 ton. Hal ini disebabkan struktur mineral yang sudah total menggantikan struktur organik kayu tersebut.
Batu ini banyak dijumpai di daerah perbukitan, pegunungan dan pesisir pantai, di dunia ini, terdapat 2 tempat penghasil fosil kayu terbesar dan terkenal, yakni Hutan Lesvos yang berada di kepulauan Lesvos Yunani, dan yang kedua adalah "Petrified Forest National Park" atau Taman Nasional Hutan Fosil Kayu di Arizona.
Di Indonesia sendiri banyak juga batu fosil kayu sebagai harta terpendam yang belum maksimal digali. surga fosil kayu sementara ini masih di Jawa Barat bagian selatan, Banten Selatan, Jambi dan Kalimantan Timur. Daerah lain mungkin saja ada, namun belum terinventarisasi.
Berdasarkan informasi yang ada, Fosil kayu di Indonesia berasal dari masa Miosen sampai Pliocene, yakni sekitar 25 juta sampai 2 juta tahun SM. Setiap periode punya ciri-cirinya tersendiri.
Para kolektor banyak yang memburu batu fosil kayu ini lantaran keunikan dan nilai estetika yang sangat kentara sehingga dapat dijadikan kerajinan berupa ukiran serta perhiasan seperti batu akik dan liontin.
Untuk di Indonesia, penggemar yang secara khusus mengoleksi fosil kayu belumlah banyak. Dan banyak mitos untuk mengambil fosil batu di Indonesia tidaklah mudah karena harus berperang dengan “penunggu” fosil kayu tersebut, yang dipercaya sebagai makhluk halus.
Di luar negeri, mereka mempunyai komunitas sendiri untuk saling bertukar informasi atau menjadikannya sebagai ladang bisnis tersendiri. Sebab, benda ini berharga sekali apalagi jika memiliki karakter khas yang langka.
Kapan kegemaran ini mulai dikenal di Indonesia tak ada yang bisa memastikan. Mungkin karena bentuknya yang mirip gelondongan kayu, orang jadi acuh tak acuh. Maklumlah, kepulauan khatulistiwa ini kan gudang kayu gelondongan.
Sumber: berbagai sumber
Related Posts:
Fosil Mustika Mani GajahBatu Akik Saya Leo Gemstone - Pembicaraan seputar Mani Gajah biasanya terjadi diseputar pembicaraan tentang benda-benda yang diyakini memiliki khasiat, mitos, tuah dan memiliki kekuatan supra natural. Kristal Mani Gajah dipe… Read More
Antara Bacan Cincin atau Bacan BongkahanBatu Akik Saya Leo Gemstone - Sekarang ini, bukan saja cuma batu akik dalam bentuk cincin atua pun liontin, tapi juga yang masih dalam bentuk bongkahan. Banyak alasan yang mendasari ini, selain karena banyak produsen yang ing… Read More
Daerah Penghasil Batu Permata Di IndonesiaBatu Akik Saya Leo Gemstone - Beberapa tahun terakhir indonesia memang sedang terjadi wabah batu akik, tidak hanya di pulau jawa saja, bahkan di daerah sumatra, kalimantan, sulawesi ikut terkena wabah batu akik ini. Batu Aki… Read More
Mengenal Jenis dan Bentuk Potongan Batu PermataBatu Akik Saya Leo Gemstone - Batu mulia atau sering juga disebut permata memang tampak menawan saat digunakan sebagai perhiasan maupun pajangan. Warna serta kerlap-kerlipnya bermacam-macam, ibarat lampu disco yang blink-blin… Read More
Mengenal Si Bacan dari MalukuBatu Akik Saya Leo Gemstone - Batu bacan atau sering disebut juga dengan chrysocolla, merupakan sebuah batu mulia yang berasal dari Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, lebih tepatnya di Pulau Bacan. Batu akik bacan ini … Read More
Kami menawarkan dan menjual batu permata khususnya batu yang masuk dalam kategori akik/agate dengan harga yang wajar.
Untuk bahan dalam bentuk bongkahan/lempengan batu permata yang kami tawarkan/dijual dijamin 100% Asli. |
Untuk batu permata yang sudah dipoles, baik yang sudah diberi ring/cincin maupun yang belum, dijamin 100% asli, karena kami sendiri yang langsung memoles dari bongkahan/lempengan batu. |
0 comments:
Post a Comment